Mitsu Files

Ads 468x60px

Irvan Apriatna

Inspirasi di Balik Anime “Kimi no Nawa”

Inspirasi di Balik Anime “Kimi no Nawa” Los Angeles (ANTARA News) - Puisi Jepang berusia 1000 tahun menginspirasi sineas Makoto S...

Inspirasi di Balik Anime “Kimi no Nawa”

Inspirasi di Balik Anime “Kimi no Nawa”




Los Angeles (ANTARA News) - Puisi Jepang berusia 1000 tahun menginspirasi sineas Makoto Shinkai untuk membuat animasi “Kimi no Nawa” atau “Your Name” yang mengisahkan cinta serta perjalanan antar waktu berisi pesan harapan untuk milenial Negeri Sakura.
“Kimi no Nawa” berkisah tentang Mitsuha, gadis remaja yang bosan hidup di pedesaan, dan Taki, remaja laki-laki yang hidup di Tokyo. Setelah fenomena aneh terjadi, keduanya sering bertukar tubuh saat bangun tidur.
Shinkai mengatakan pada Reuters bahwa ia terinspirasi dari kata-kata dalam puisi Ono no Komachi yang ditulis berabad-abad lalu mengenai pertemuan dengan kekasih dalam mimpi kemudian rasa sedih yang melanda saat terjaga.
Dalam “Kimi no Nawa”, Taki dan Mitsuha menjalani hidup satu sama lain saat bertukar tubuh, mereka meninggalkan catatan di handphone mengenai pengalaman hari itu, namun ketika Taki mencoba mencari Mitsuha, ia mendapati kenyataan yang mengejutkan.
Film itu dibuka di AS, Jumat, setelah menduduki box office Jepang pada 2016 dengan pemasukan hampir 215 juta dolar AS, berdasarkan data BoxOfficeMojo.com.
Shinkai (44) yang juga membuat “The Garden of Words” mengatakan ia ingin menciptakan film yang menyasar penonton muda Jepang yang “bisa percaya pada masa depan.”
“Saya membuat film ini berharap penonton muda percaya bahwa ‘mungkin ada orang dalam hidupku yang kelak akan kutemui, besok atau nanti,” katanya.
Perbandingan kehidupan Mitsuha di desa dengan hiruk pikuk kota tempat Taki tinggal diambil dari pengalaman Shinkai sendiri. Ia besar di desa kecil kemudian pindah ke Tokyo, kota di mana ia mengatakan “terasa hampir seperti negara lain” dalam Jepang.

“Saya kira sudah jadi tema umum di mana orang Jepang harus memilih di mana akan tinggal, Tokyo atau kampung halaman mereka,” katanya pada Reuters.
Shinkai disebut-sebut jadi penerus animator Hayao Miyazaki, salah satu pendiri Studio Ghibli yang membuat film “Howl’s Moving Castle” dan “Spirited Away”. Namun Shinkai mengatakan meski ia “tersanjung” dengan perbandingan itu, “orang terlalu memuji saya.”
“Miyazaki punya bakal hebat, tapi saya selalu berusaha keras setiap kali membuat film dan saya jauh sekali dibandingkan Miyazaki,” katanya.
“Pada saat yang sama, saya lebih muda dari dia jadi saya berniat membuat lebih banyak film animasi, yang tidak bisa sama dengan karyanya tapi akan saya buat dengan cara berbeda untuk penonton.”

Hukum Qurban Idul Adha

Hukum Qurban Idul Adha

Alhamdulillah mengingat masalah hukum qurban hampir semua orang bingung bagaimana sih sebenarnya hukumnya apakah itu sunnah atau wajib berikut ini akan kami paparkan tentang tata cara dan hukum berurban pada idul adha. Apaun hewan yang digunakan untuk sembelihan qurban adalah unta, sapi[1], dan kambing. Bahkan para ulama berijma’ (bersepakat) tidak sah apabila seseorang melakukan sembelihan dengan selain binatang ternak tadi.[2]
Ketentuan Qurban Kambing
Seekor kambing hanya untuk qurban satu orang dan boleh pahalanya diniatkan untuk seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak atau bahkan yang sudah meninggal dunia.”Pada masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.”[3] Asy Syaukani mengatakan, “(Dari berbagai perselisihan ulama yang ada), yang benar, qurban kambing boleh diniatkan untuk satu keluarga walaupun dalam keluarga tersebut ada 100 jiwa atau lebih.”[4]
Ketentuan Qurban Sapi dan Unta
Seekor sapi boleh dijadikan qurban untuk 7 orang. Sedangkan seekor unta untuk 10 orang (atau 7 orang)[5]. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu beliau mengatakan,”Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.”[6]
Begitu pula dari orang yang ikut urunan qurban sapi atau unta, masing-masing boleh meniatkan untuk dirinya dan keluarganya. Perhatikan fatwa Al Lajnah Ad Da-imah berikut.
Soal: Bolehkah seorang muslim berqurban unta atau sapi untuk tujuh orang, lalu masing-masing meniatkan untuk orang tua, anak, kerabat, pengajar dan kaum muslimin lainnya. Apakah urunan tujuh orang tadi masing-masing diniatkan untuk satu orang saja (tanpa disertai lainnya) atau pahalanya boleh untuk yang lainnya?
Jawab: Yang diajarkan, unta dan sapi dibolehkan untuk tujuh orang. Setiap tujuh orang itu boleh meniatkan untuk dirinya sendiri dan anggota keluarganya.[7]
Bagaimana Hukum Qurban Secara Kolektif?
Sebagaimana ketentuan di atas, satu kambing hanya boleh untuk satu orang (dan boleh diniatkan untuk anggota keluarga), satu sapi untuk tujuh orang (termasuk anggota keluarganya), dan satu unta untuk sepuluh orang (termasuk anggota keluarganya), lalu bagaimana jika 1 kambing dijadikan qurban untuk 10 orang atau untuk satu sekolahan (yang memiliki murid ratusan orang) atau satu desa? Ada yang melakukan seperti ini dengan alasan dana yang begitu terbatas.
Sebagai jawabannya, alangkah baiknya kita perhatikan fatwa ulama yang terhimpun dalam Al Lajnah Ad Da-imah (komisi fatwa di Saudi Arabia) mengenai hal ini.
Soal: Ada seorang ayah yang meninggal dunia. Kemudian anaknya tersebut ingin berqurban untuk ayahnya. Namun ada yang menyarankan padanya, ”Engkau tidak boleh menyembelih unta untuk qurban satu orang. Sebaiknya yang disembelih adalah satu ekor kambing. Karena unta lebih utama dari kambing. Jadi yang mengatakan ”Sembelihlah unta”, itu keliru”. Karena apabila ingin berkurban dengan unta, maka harus dengan patungan bareng-bareng.
Jawab: Boleh berkurban atas nama orang yang meninggal dunia, baik dengan satu kambing atau satu unta. Adapun orang yang mengatakan bahwa unta hanya boleh disembelih dengan patungan bareng-bareng, maka perkataan dia yang sebenarnya keliru. Akan tetapi, kambing tidak sah kecuali untuk satu orang dan shohibul qurban (orang yang berqurban) boleh meniatkan pahala qurban kambing tadi untuk anggota keluarganya. Adapun unta boleh untuk satu atau tujuh orang dengan bareng-bareng berqurban. Tujuh orang tadi nantinya boleh patungan dalam qurban satu unta. Sedangkan sapi, kasusnya sama dengan unta.[8]
Dari penjelasan ini, maka kita bisa ambil beberapa pelajaran:
  1. Seorang pelaku qurban dengan seekor kambing boleh mengatasnamakan qurbannya atas dirinya dan keluarganya.
  2. Qurban dengan sapi atau unta boleh dipikul oleh tujuh orang.
  3. Yang dimaksud kambing untuk satu orang, sapi dan unta untuk tujuh orang adalah dalam masalah orang yang menanggung pembiayaannya.
  4. Tidak sah berqurban dengan seekor kambing secara kolektif/urunan lebih dari satu orang lalu diniatkan atas nama jama’ah, sekolah, RT atau desa. Kambing yang disembelih dengan cara seperti ini merupakan daging kambing biasa dan bukan daging qurban.
Solusi dalam Iuran Qurban
Solusi yang bisa kami tawarkan untuk masalah iuran hewan qurban secara patungan adalah dengan acara arisan qurban. Jadi setiap tahun beberapa orang bisa bergantian untuk berqurban. Di antara alasan dibolehkan hal ini karena sebagian ulama membolehkan berutang ketika melakukan qurban.
Imam Ahmad bin Hambal mengatakan tentang orang yang tidak mampu aqiqah, ”Jika seseorang tidak mampu aqiqah, maka hendaknya ia mencari utangan dan berharap Allah akan menolong melunasinya. Karena seperti ini akan menghidupkan ajaran Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.”[9] Qurban sama halnya dengan aqiqah.
Sufyan Ats Tsauri mengatakan, ”Dulu Abu Hatim pernah mencari utangan dan beliau pun menggiring unta untuk disembelih. Lalu dikatakan padanya, ”Apakah betul engkau mencari utangan dan telah menggiring unta untuk disembelih?” Abu Hatim menjawab, ”Aku telah mendengar firman Allah (yang artinya), ”Kamu akan memperoleh kebaikan yang banyak padanya.” (QS. Al Hajj: 36)”[10]
Catatan:
  1. Yang mengikuti arisan tersebut hendaknya orang yang berkemampuan karena yang namanya arisan berarti berutang.
  2. Harga kambing bisa berubah setiap tahunnya. Oleh karena itu, arisan pada tahun pertama lebih baik setorannya dilebihkan dari perkiraan harga kambing untuk tahun tersebut.
  3. Ketika menyembelih tetap mengatasnamakan individu (satu orang untuk kambing atau tujuh orang untuk sapi dan unta) dan bukan mengatasnamakan jama’ah atau kelompok arisan.
Bagaimana dengan Hadits ”Ini adalah qurbanku dan qurban siapa saja dari umatku yang belum berqurban”?
Sebagian orang ada yang beralasan benarnya qurban secara kolektif melebihi ketentuan syari’at yang dikemukakan di atas dengan alasan hadits Jabir bin ’Abdillah berikut,”Aku bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menghadiri shalat Idul Adha di tanah lapang. Setelah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berkhutbah, beliau turun dari mimbar kemudian beliau diserahkan satu ekor domba. Lalu beliau memotong dengan tangannya, lantas bersabda, ”Bismillah, wallahu akbar. Ini adalah qurbanku dan qurban siapa saja dari umatku yang tidak ikut berqurban”.”[11] Mereka beralasan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam saja niatkan untuk seluruh umatnya yang tidak berqurban, maka berarti kami boleh niatkan qurban untuk satu RT, satu sekolahan atau satu desa.
Sanggahan: Mengenai hadits ”qurban siapa saja yang tidak ikut berqurban”, ini adalah khusus untuk Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dan tidak untuk yang lainnya. Jadi, beliau diperbolehkan berkurban untuk seluruh umatnya (selain keluarganya). Sedangkan umatnya hanya diperbolehkan menyembelih qurban untuk dirinya dan keluarganya sebagaimana dijelaskan di muka.
Al Qodhi Abu Ishaq mengatakan, ”Perkataan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ini –wallahu a’lam– sebagaimana seseorang boleh berqurban untuk dirinya dan keluarganya, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam boleh berqurban atas nama seluruh kaum muslimin karena beliau adalah ayah mereka dan istri-istri beliau adalah ibu mereka.”[12] Oleh karena, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam adalah ayah kaum muslimin, maka beliau diperbolehkan meniatkan qurban untuk dirinya dan keluarganya (yaitu seluruh kaum muslimin).
Kesimpulan
  1. Penyembelihan qurban untuk diri dan keluarga dibolehkan sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Hal ini berdasarkan amalan yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dan para sahabatnya.
  2. Penyembelihan qurban untuk diri sendiri dan untuk seluruh umat Islam selain keluarga hanyalah khusus bagi Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Dalilnya, para sahabat tidak ada yang melakukan hal tersebut sepeninggal Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam. Yang ada mereka hanya menyembelih qurban untuk diri sendiri dan keluarga.
  3. Sebagian kaum muslimin yang menyembelih qurban untuk satu sekolah atau untuk satu RT atau untuk satu desa adalah keliru, seperti ini tidak dilakukan oleh para salaf terdahulu.
By : [M. Abduh Tuasikal, ST]
Sumber artikel ini diambil dari : buletin.muslim.or.id

Wishing

Wishing 

Penulis : Irvan Apriatna











Entah itu saat
Anda tiba-tiba berkata
"Kau akan baik-baik saja
Tanpa aku "

Atau ucapan favorit Anda
Atau cara Anda tertawa
Apa-apa dari hari itu
Akan pernah hilang

Ya, apapun yang saya lakukan
Aku ingat mereka
Ah, aku tidak tahan
Hal yang seperti ini
Hei, kau dimana?
Hei, bagaimana perasaan Anda?
Aku masih di sini
Di tempat ini

Suatu hari aku akan
Lihat Anda dengan senyum
Sampai saat itu aku tidak akan pernah
Lupakan kebaikan Anda
Saya berharap, berharap
Percaya bahwa cintaku
Akan mencapai Anda

Aku ingin tahu apakah hari akan datang
Ketika sedikit demi sedikit aku akan terbiasa
Pagi tanpa Anda di sini
Dan hari-hari baru

Dan aku baru sadar
Itu mungkin kita akan masing-masing
Jatuh cinta
Dengan orang lain

Ya, kami datang berjalan
Di jalan yang sama
Ah, aku bertanya-tanya ketika
Jalan-jalan terbelah dua
Hei, akan Anda lupa?
Hei, melupakan segala sesuatu?
Aku masih di sini
Di tempat itu

Suatu hari aku akan
Lihat Anda dengan senyum
Sampai saat itu aku tidak akan pernah
Lupakan kebaikan Anda
Saya berharap, berharap
Percaya bahwa cintaku
Akan mencapai Anda

senyum Anda
Dan mata Anda masih bersinar
Semakin banyak cemerlang
Aku tahu itu, meskipun itu begitu dekat
Untuk mencapai Anda
Semakin kuat saya merasa
Semakin jauh Anda mendapatkan

Saya berharap
Itu hanya sekali lagi Anda akan
Percaya pada keajaiban
Pertemuan dan jatuh
Dalam cinta hari itu
Dan menghabiskan waktu bersama-sama
memegang tangan

Suatu hari aku akan
Lihat Anda dengan senyum
Sampai saat itu aku tidak akan pernah
Lupakan kebaikan Anda
Saya berharap, berharap
Percaya bahwa cintaku
Akan mencapai Anda

Always



 Always 

Penulis Irvan Apriatna


Aku yang bahkan tidak mengucapkan "Maafkan Aku"
Pada orang yang menyambutku dengan begitu ramah
"Selamat datang"
Orang yang memberikannya dengan senyuman
Setiap hari selalu dilindungi
Selalu dalam banyak kata-kata dalam senyuman
Sampai sekarang entah bagaimana bisa seperti itu hari-hari yang ku habiskan
Ya begitu didalam diriku ada dirimu

Hal yang tidak berbentuk yang disebut dengan cinta
Hal yang sagnat besar yang menyelimuti segalanya
Karena itu aku benar-benar berada disini
Karena itu aku ada disampingku
Perasaan yang lembut keluar dan meluap
Hal yang tidak memiliki batasan yang disebut dengan cinta
Hari ini pun, esok pun, beberapa puluh tahun ke depan pun
Didalam dada ini didalam dada ini selalu mengalir

"Aku menyukaimu" aku ingin mengucapkan berulang kalipun
Sampai seseorang itu terheran-heran
"Terima kasih" walaupun mengucapkannya dengan sedikit malu
Orang yang ingin menyampaikannya dari dalam hati

Di dalam dunia yang begitu luas
Kita bertemu
Selalu dalam banyak memori dalam masa depan
Saat ini aku entah bagaimana merasa mengerti
Karena dalam diriku ada dirimu

Hal yang tidak berbentuk yang disebut dengan cinta
Hal yang sangat besar yang menghubungkan segalanya
Karena itu aku benar-benar berada disini
Karena itu aku ada disampingku
Kekuatan yang besar keluar dan meluap
Hal yang tidak memiliki batasan yang disebut dengan cinta
Hari ini pun, esok pun, beberapa puluh tahun ke depan pun
Didalam dada ini didalam dada ini selalu mengalir

Mengapakah aku seperti ini untuk seseorang
Tertawa, menangis, berulang kalipun mampu begitu
Demi dirimu demi diriku
Ingin memeluk keajaiban perasaan yang saling bertemu

Hal yang tidak berbentuk yang disebut dengan cinta
Hal yang sangat besar yang menyelimuti segalanya
Karena itu aku benar-benar berada disini
Karena itu aku ada disampingku
Perasaan yang lembut keluar dan meluap
Hal yang tidak memiliki batasan yang disebut dengan cinta
Hari ini pun, esok pun, beberapa puluh tahun ke depan pun
Didalam dada ini didalam dada ini selalu mengalir

Asal Usul Desa Dukupuntang


SEJARAH: Asal-usul desa Dukupuntang
SEJARAH DESA DUKUPUNTANG

A.    Asal-Usul Desa Dukupuntang
Banyak rumor yang tersebar di penjuru desa dukupuntang bahwa asal mula desa dukupuntang adalah penggabungan antara desa puntang dan dukumalang, nama “duku” diambil dari nama dukumalang dan “puntang” diambil dari nama asli desa puntang shingga digabung menjadi Dukupuntang. Sangat sedikit orang yang tahu asal usul nama “Puntang” dan nama “Dukumalang”. Dari beberapa nara sumber yang diperoleh dari penduduk asli sangat sedikit yang tahu persis apa dan bagaimana asal-usul nama puntang dan dukumalang.
Bachrudin (32th) seorang perangkat desa yang menjabat di bidang keuangan menuturkan bahwa desa Dukupuntang dahulunya adalah dua desa yang berbeda yang kemudian disatukan menjadi satu desa. Adapun asal usul namanya beliau mengambil rujukan dari dokumen milik desa yang disitu tercatat bahwa pada zaman dahulu ketika terjadi peperangan antara kesultanan dengan ratu galuh (rajagaluh) kesultanan mengirimkan pasukan yang kemudian dibagi menjadi dua pasukan. Pasukan pertama diarahkan ke selatan yang membentang dengan tujuan membendung pasukan Rajagaluh yang datang melalui Cikalahang. Pasukan kedua diarahkan ke barat untuk membuat benteng pertahanan sebagai penghalang masuknya musuh (Rajagaluh) dari arah desa Bobos. Pedukuhan bekas dari pembentangan tersebutlah yang kemudian dinamakan puntang.
Beliau juga menuturkan tentang sesepuh desa. Di negeri seberang ada seorang sultan dari bagdad bernama Sultan Bagdad. Beliau mempunyai empat orang anak yaitu Syarif Durakhman, Syarif Durakhim, Syarif Kaffi dan Nyi Syarif Bagdad. Mereka mempunyai sebuah alat musik kesenian berupa Gembyung yang memiliki arti terbang. Sultan Bagdan melarang keempat anaknya untuk memainkan dan membunyikan Gembyung, sering kali Sultan Bagdad memarahi keempat anaknya apabila mereka membunyikannya. Oleh karena tidak tahan dimarahi oleh Sultan Bagdad, keempat anaknya pun melarikan diri bersama pengikutnya ke Cirebon. Pengikutnya terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan jumlah total 1200 jiwa yang kemudian ditempatkan di Puntang.
Di antara pengikut-pengikutnya ada dua orang yang sangat terkenal atau tersohor yaitu Tuan Keli yang merupakan pesuruh dari Bagdad dan Pangeran Adi Kersa yang ditugaskan oleh Mbah Kuwu Cerbon untuk menjadi penasihat Syarif Kaffi (Sayid Alwi) di daerah patuanan. Dalam menjalankan tugasnya pangeran Adi Kersa ditemani oleh dua sesepuh Patuanan yaitu Ki Bakila dan Ki Rakila. Setelah Syarih Kaffi wafat, beliau kemudian dimakamkan di daerah Patuanan. Karena dianggap meninggalkan karomah, kampung tersebut kemudian sering dinamakan sebagai kampung Kramat yang sekarang terbukti dengan adanya pasarean atau tempat pemakaman. Sebelum  adanya penggabungan antara Puntang dengan Dukumalang, kampung kramat terletah di daerah Dukumalang.
Melanjutkan penuturan yang disampaikan Bpk Bachrudin bahwa pada masa pemerintahan Hindia Belanda sekitar tahun 1912, bupati cirebon memutuskan untuk menggabungkan desa Dukumalang dengan desa Puntang karena desa yang berdekatan itu mempunyai luas yang terbilang kecil. Selanjutnya kuwuatau kepala desa dari kedua desa diberhentikan secara hormat dari jabatannya dankemudian diberi pensiun berupa sawah seluas setengah bau atau sekitar 0,175 ha. Hasil penggabungan terebut dinamakan desa Dukupuntang. “Duku” diambil dari nama depan desa Dukumalang dan “puntang” diambil dari nama desa Puntang. Hasil pemilihan kuwu pertama terpilih Kuwu Sabda yang menjabat hingga akhir tahun 1947. Semasa kepemimpinan Kuwu Abdullah Iroqie TM, sekitar tahun 1966musyawarah tokoh memutuskan untuk mengganti nama desa Dukupuntang menjadi Desa Kramat. Hal itu dikarenakan nama Kramat lebih terkenal dibandingkan dengan nama Dukupuntang. Namun karena terbentur pembiyayaan, usulan penggantian nama itu tidak sempat diajukan kepada Mentri Dalam Negri.
Berbeda  dengan penuturan Bpk Bachrudin, Bpk Rosyid (sekitar 69th) seorang petani dari desa Dukupuntang asli memberikan penuturan.

D.    Beberapa mitos yang berlaku
Ada beberapa mitos yang berkembang di Desa Dukupuntang yang kemudian memunculkan beberapa pantangan bagi penduduk asli Desa Dukupuntang diantaranya yaitu larangan untuk memakan daging kidang atau kijang dan larangan untuk memakan oyong  atau Gambas (Luffa acutangula, suku labu-labuan atau Cucurbitaceae), adalah komoditi sayuran minor. Jika pantangan ini dilanggar maka si pemakan akan merita penyakit gatal semacam budug. Menurut bpk Ana Bandi pantangan ada karena pada zaman dahulu ketika peperangan antara Cirebon dengan Rajagaluh. Terjadi pengejaran Pangeran Arya Kemuning oleh pasukan dari Ratu Galuh.
Pangeran arya kemuning adalah putera dari Syekh Syarif Hidayatullah dari pernikahannya dengan Ong Tien Nio seorang puteri kaisar tiongkok yaitu Yu Wang Lo. Setelah menikah dengan sunan gunung jati nama putri Ong Tien Nio diubah menjadi Ratu Mas Rara Sumanding. Jika dilihat dari sejarah penamaan kabupaten Kuningan diceritakan bahwa pangeran arya kemuning terlahir secara mukjizat karena waktu itu sang kaisar tiongkok menguji kemampuan dari sunan gunung jati dengan menebak apakah putrinya hamil atau tidak. Waktu itu sang putri dimasukkan bokor kuningan ke dalam pakaiannya sehingga terlihat seperti orang hamil. Kemudian sunan gunung jadi mengatakan bahwa putri dari kaisar itu sedang hamil dan akan melahirkan seorang putra dalam 2 atau 3 bulan mendatang. Atas jawaban dari sunan gunung jati kemudian putri menjadi benr-benar hamil seca mukjizat sehingga putri kaisar tersebut dinikahkan dengan sunan gunung jati.
Berlanjut dari pengejaran Pangeran Arya kemuning oleh pasukan Ratu Galuh. Pangeran melihat semak-semak berupa tanaman oyong, karena terdesak pangeran Arya Kemuning menjelma menjadi seekor kijang atau semacam menjangan dengan ajian kijang kencana . pangeran yang terdesak itu kemudian bersembunyi di balik semak belukar tanaman oyong. Sehingga pangeran Arya Kemuning dapat lolos dari pengejaran pasukan Ratu Galuh. Untuk menghormati dari penjelmaan dari Pangeran Arya Kemuning menjadi kijang dan bersembunyi di balik rerimbunan tanaman oyong inilah yang kemudian muncul larangan memakan daging kijang dan buah oyong bagi keturunan asli keturunan Dukupuntang.
Menurut penuturan bpk Soekadi (sekitar 67th) memaparkan bahwa memang ada pantangan bahwa orang dari keturunan dan kelahiran Dukupuntang tidak boleh memakan buah oyong dan memakan daging kijang. Perihal asal usulnya beliau tidak memingat begitu jelas namun kisahnya tentang sebuah pengejaran seorang muslim oleh segerombolan kafir. Muslim tersebut terdesak dan bersembunyi dibalik tanaman oyong dan menjelma menjadi kijang. Hal itulah yang kemudian menjadi asal mula pantangan tersebut.
Jika ditinjau dari jalannya cerita memilki kesamaan alur. Bahkan kemungkinan tokoh yang diceritakan adalah tokoh yang sama karena pangeran Arya Kemuning adalah seorang pemeluk islam yang juga purta dari Sunan Gunung Jati. Sedangkan para pengejarnya yaitu pasukan Ratu Galuh adalah orang-orang kafir sebagaimana dalam kisah-kisah babad bahwa kerajaan Rajagaluh adalah kerajaan yang masih memeluk Agama asli tanah jawa atau kejawen . Dari hal itulah kemudian ada kemungkinan dua versi itu adalah kisah yang sama.
Penulis : Irvan Apriatna


Mitsu-Files

Belajar Hacking Sekaligus Praktek Hacking Dari Dasar Sampai Mahir


ingin menjadi seorang hacker yang handal????
untuk menjadi hacker yang baik tidak hanya membaca buku-buku haking ataupun e-book hacking saja,melainkan anda harus mulai mempraktekkannya langsung.

adalah coder.web.id yang memberi jalan untuk kita-kita para hacker pemula maupun anda-anda yang ingin belajar hacking dari dasar mrnjadi mahir…
CODER adalah sebuah situs yang menyediakan tempat untuk berlatih, menguji dan mengembangkan keahlian hacking dan sekuritas secara gratis. Komunitas ini didedikasikan untuk memfasilitasi suatu pelatihan terbuka yang legal dengan menyediakan serangkaian misi hacking, artikel, forum diskusi dan materi lainnya. Tujuannya adalah untuk mengenalkan kepada member teknik hacking, bahayanya, dan cara antisipasinya.
begitulah yang dikatakan oleh team coder…


Pengertian Software (perangkat lunak) Komputer

Pengertian Software (perangkat lunak) Komputer


Dalam dunia teknologi informasi kita sering mendengar kata software. Sebenarnya apa sih software itu? Ada yang mengatakan bahwa tanpa software, maka suatu komputer tidak dapat digunakan atau dioperasikan. Untuk mengetahui definisi atau pengertian dari software silahkan simak sedikit penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Software

Nama lain dari Software adalah perangkat lunak. Karena disebut juga sebagai perangkat lunak, maka sifatnya pun berbeda dengan hardware atau perangkat keras, jika perangkat keras adalah komponen yang nyata yang dapat diliat dan disentuh oleh secara langsung manusia, maka software atau Perangkat lunak tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik, software memang tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda namun  bisa untuk dioperasikan.
Pengertian Software komputer adalah sekumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan suatu perintah. Melalui sofware atau perangkat lunak inilah suatu komputer dapat menjalankan suatu perintah

Jenis-jenis Software atau Perangkat Lunak

Software atau perangkat lunak komputer berdasarkan distribusinya dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu software berbayar, software gratis atau free ( Freeware, free software, shareware, adware) .

Software berbayar

Software berbayar merupakan perangkat lunak yang didistribusikan untuk tujuan komersil, setiap pengguna yang ingin menggunakan atau mendapatkan software tersebut dengan cara membeli atau membayar pada pihak yang mendistribusikannya. pengguna yang menggunakan software berbayar umumnya tidak diijinkan untuk menyebarluaskan software tersebut secara bebas tanpa ijin ada penerbitnya. contoh software berbayar ini misalnya adalah sistem microsoft windows, microsoft office, adobe photo shop, dan lain-lain.

Freeware

Freeware atau perangkat lunak gratis adalah perangkat lunak komputer berhak cipta yang gratis digunakan tanpa batasan waktu, berbeda dari shareware yang mewajibkan penggunanya membayar (misalnya setelah jangka waktu percobaan tertentu atau untuk memperoleh fungsi tambahan). Para pengembang perangkat gratis seringkali membuat perangkat gratis freeware “untuk disumbangkan kepada komunitas”, namun juga tetap ingin mempertahankan hak mereka sebagai pengembang dan memiliki kontrol terhadap pengembangan selanjutnya. Freeware juga didefinisikan sebagai program apapun yang didistribusikan gratis, tanpa biaya tambahan. Sebuah contoh utama adalah suite browser dan mail client dan Mozilla News, juga didistribusikan di bawah GPL (Free Software).

Free Software

Free Software lebih mengarah kepada bebas penggunaan tetapi tidak harus gratis. Pada kenyataannya, namanya adalah karena bebas untuk mencoba perangkat lunak sumber terbuka (Open Source) dan di sanalah letak inti dari kebebasan: program-program di bawah GPL, sekali diperoleh dapat digunakan, disalin, dimodifikasi dan didistribusikan secara bebas. Jadi free software tidak mengarah kepada gratis pembelian tetapi penggunaan dan distribusi. Begitu keluar dari lisensi kita dapat menemukan berbagai cara untuk mendistribusikan perangkat lunak, termasuk freeware, shareware atau Adware. Klasifikasi ini mempengaruhi cara di mana program dipasarkan, dan independen dari lisensi perangkat lunak mana mereka berasal.
Perbedaan yang nyata antara Free Software dan Freeware. Konflik muncul dalam arti kata free dalam bahasa Inggris, yang berarti keduanya bebas dan gratis. Oleh karena itu, dan seperti yang disebutkan sebelumnya, Free Software tidak perlu bebas, sama seperti Freeware tidak harus gratis.

Shareware

Shareware juga bebas tetapi lebih dibatasi untuk waktu tertentu. Shareware adalah program terbatas didistribusikan baik sebagai demonstrasi atau versi evaluasi dengan fitur atau fungsi yang terbatas atau dengan menggunakan batas waktu yang ditetapkan (misalnya 30 hari) . Dengan demikian, memberikan pengguna kesempatan untuk menguji produk sebelum membeli dan kemudian membeli versi lengkap dari program. Sebuah contoh yang sangat jelas dari tipe ini adalah perangkat lunak antivirus, perusahaan-perusahaan ini biasanya memudahkan pelepasan produk evaluasi yang hanya berlaku untuk jumlah hari tertentu. Setelah melewati maksimum, program akan berhenti bekerja dan Anda perlu membeli produk jika Anda ingin tetap menggunakannya.
Kita juga dapat menemukan perangkat lunak bebas sepenuhnya, namun termasuk dalam program periklanan, distribusi jenis ini disebut Adware. Sebuah contoh yang jelas adalah program Messenger dari Microsoft yang memungkinkan penggunaan perangkat lunak bebas dalam pertukaran untuk masuk dengan cara iklan banner atau pop-up.
Itulah artikel penjelasan mengenai pengertian software atau perangkat lunak komputer. Semoga ulasan di atas dapat menambah pengetahuan dan wawasan kamu di bidang komputer.

Cerpen : Siapa Diriku

Cerpen : Siapa Diriku


Oleh: SHIWA
Merenung ke luar jendela dengan pandangan yang amat jauh sekali. Nyamannya tiupan angin lembut menyapa pipi Ain. Rambut terkuak-kuak menyentuh bahunya. Pukulan ombak di persisiran pantai jelas kedengaran. Daun-daunan ru juga meliut-liut ditiup angin. Sungguh mendamaikan. Setahun Ain berkhidmat di Rumah Pengasih Seri Nilam. Pusat pemulihan akhlak remaja di bawah umur. Bukan kerana Ain yang terjebak, tetapi Ain sebagai pembimbing mereka. Ain merenung ke dada langit yang hanya ditemani kerdipan bintang-bintang kecil bertaburan di angkasa. Ain telah bergraduasi setahun yang lalu dari sebuah universiti awam dan berkhidmat di sini setelah tamat latihan industri. Ain, pelajar yang aktif di kolej kediaman dan Pusat Pengajian Pengurusan. Ain bukan sahaja cemerlang dalam bidang akademik semata-mata. Namun begitu kecemerlangan Ain tidaklah sampai menggapai anugerah dekan, namun prestasi ‘second class upper’ milik Ain. Konvokesyen telah berlangsung, hanya Ain yang hadir. Tiba-tiba air mata bergenang. Menuruni pipi gebunya mencurah-curah tanpa henti. Nafasnya tersekat-sekat. Ditahan dan menghempuskan nafas perlahan-lahan.
“Ain, belum tidur lagikah?”Sapa Puan Aminah apabila pintu bilik Ain dibuka. Ain segera mengesat air mata dipipinya. Tersenyum sambil menggeleng-gelangkan kepala.
“Saya masuk, boleh?” Puan Aminah melangkahkan kaki kanannya sambil mata meliar melihat gambar-gambar yang telah disusun elok di atas meja sebelah almari baju Ain.Gambar-gambar yang disusun di dalam bingkai gambar amat menarik sekali. Dari gambar hitam putih hingga yang ada warna.
“Masuk lah, puan.”Ain menyuarakan dan mendapatkan Puan Aminah yang kini leka memandang gambar-gambar di sebelah almari bajunya.
“Keluarga Ain, ye? Cantiknya Ain masa kecil. ‘Chubby’.Comel.”Puan Aminah bersuara sambil ketawa kecil. Ain juga menyambut tawanya. Gambar hitam putih Ain bersama mama diambil oleh Puan Aminah. Ditatap lama dan penuh minat.
“Siapa nama mama?”Puan Aminah bertanya sambil tangannya mengambil bingkai gambar itu.
“Hajah Ummi Kalsom.Tapi, mama sudah tiada.” Pendek Ain menjawab. Sebak. Sedih sangat. Mama yang paling memahami dirinya. Ain dan mama memang rapat sangat. Rasa kehilangan seluruh jiwa raga tidak dapat digambarkan. Mama penguat semangatnya untuk belajar bersungguh-sungguh sehingga berjaya menggenggam segulung ijazah. Mama yang membentuk Ain menjadi insan pada hari ini. Ain duduk dibirai katil dan Puan Aminah turut membontoti Ain. Puan Aminah mendiamkan diri seketika. Hanya memandang gambar yang dipegangnya. Ain tidak mengendahkan apa yang Puan Aminah ingin tahu atau membelek apa yang ada di dalam biliknya. Ain cuma terkesan dengan pemergian mama pada setahun yang lalu. Mama tidak dapat melihat Ain dalam majlis konvokesyennya. Mama, hatimu sungguh mulia, bisik hati Ain.
“Ain,mama sayang sangat Ain. Maafkan mama.”Bisik Hajah Ummi Kalsom memegang erat tangan Ain semasa terlantar di Hospital kerana mengidap barah usus. Mama Ain seorang yang kuat semangat. Penderitaan yang dihidapi 5 tahun sebelumnya, tiada dikhabarkan kepada sesiapa. Setiap saat dan ketika bersama anak-anak sentiasa ceria dan gembira tanpa sebarang riak wajahnya yang mencurigakan. Sungguh tabah penanggung derita. Mama Ain selalu aktif di rumah, mahupun aktiviti di luar kawasan rumah. Aktiviti sukan dan sukarelawan, mama Ain selalu ikuti. Jawatan sebagai guru Bahasa Melayu di Sekolah Menengah Bukit Tinggi, sering melakukan kerja-kerja amal yang amat membanggakan. Beliau bukan sahaja seorang guru pembimbing di sekolah, malah menyumbang dana. Pelajar-pelajar amat menyenangi Hajah Ummi Kalsom atas kemurahan hatinya. Beliau mengajar dengan penuh tulus ikhlas. Kelas tambahan sering dilakukan selepas waktu sekolah secara percuma. Malahan, beliau turut menyediakan makan minumnya. Beliau ingin melihat anak-anak bangsa terus maju dan berjaya. Akmal dan Amin merupakan permata hati Hajah Ummi Kalsom sebelum kematian arwah suaminya akibat kemalangan jalan raya. Mereka menjadi yatim sejak bangku sekolah rendahlagi. Ain hadir tatkala Amin berusia 12 tahun.
“Siapa ayah Ain?” Sering terpacul soalan sebegitu dari kecil lagi Ain kepada mamanya.
“Ain, ayah Ain sudah meninggal.”Jawab mama sambil memeluk Ain.
“Tapi..Ain ber binti Abdullah. Abang-abang lain..”Lontar Ain. Mama mengusap lembut rambut Ain.
“Mama kan ada.”,Mama meningkah. Hajah Ummi Kalsom memeluk Ain dengan erat. Ain terdiam walaupun persoalan tetap berlegar dimindanya.Adakah mama berkahwin lain? Tiada gambar akad nikah atau majlis perkahwinan pun. Sedangkan gambar bersama papa abang-abangnya ada. Tergantung dalam bingkai besar lagi di ruang tamu. Atau aku anak tong sampah?
Mainan yang terdampar difikiran Ain semasa berusia 7 tahun. Ain kian hebat dihimpit oleh tekanan atas soalan-soalan guru kelas dan juga rakan-rakan. Sukar memberi jawapan yang pasti. Ain mengharungi jua walau dengan usikan dan kenakalan rakan-rakan di sekolah kadang-kadang mencabar keimanan serta kesabarannya. Asal-usul perlu dirungkai. Ya, matapelajaran sejarah. Ain sering menangis kerana abang-abangnya selalu menyisihkan dirinya. Akmal terlalu dingin sekali. Amin ada juga sesekali membantu dalam pelajarannya serta bercakap dengannya. Tiada satu jawapan yang pasti kenapa layanan sebegitu rupa terhadapnya.
“Mama, Akmal tak mahu bersuhabat. Mama perlu jelaskan siapa dia?Akmal tak mahukan adik sepertinya.”Jerit Akmal. Akmal telah berkhidmat sebagai jurutera di pelantar minyak di Kemaman. Nada suaranya tinggi dan serius.
“Uishh..”Mama menutup mulut Akmal. Kedua-dua terdiam. Akmal memaling muka. Wajahnya mencuka. Mama Ain tenang. Mama Ain memegang tangan Akmal. Dia mengarahkan Akmal duduk di sebelahnya.
“Janganlah bercakap kuat. Nanti Ain dengar.”Tingkah Mama Ain perlahan.
“Biarlah dia tahu, mama. Dia sudah cukup besar untuk mengerti hakikat. Mama telah beri pelajaran kepada dia. Dia sudah hampir lulus pengajian di universiti awam pun. Mama, tolong jangan begini.” Akmal lantang menyuarakan pendapat. Amin juga mengangguk tanda setuju. Amin rasa mama tidak terus merahsiakan identiti Ain.
“Mama tidak sanggup.”Mama tersedu. Air mata telah laju menuruni pipinya. Amin menggosok-gosok belakang mama. Akmal memandang tepat ke wajah mama. Akmal turut berasa simpati. Amin dan Akmal saling berpandangan.
“Siapa Ain..mama.”Tiba-tiba Ain muncul. Mama, Akmal dan Amin turut terkejut dengan kemunculan Ain. Suasana menjadi sepi. Hanya sendu mama jelas kedengaran. Ain merapati mama dan memeluknya. Rangkulan Ain kuat. Kehangatan air mata mama tertumpah ke bahu Ain.
“Mama, apa semua ni?Beritahulah Ain”, Ain merayu meleraikan pelukan mama. Ain memandang Aklmal dan Amin. Akmal tidak memandangnya. Amin hanya menundukkan pandangan ke lantai. Ain tahu Akmal memang tidak menyukainya, semenjak dia hadir ke dalam hidup mereka. Ain tidak pernah dapat bermain mahupun bersembang dengan baik dengan Akmal. Akmal cukup menyampah melihat Ain. Ain faham semua itu. Amin melayani Ain, biasa-biasa sahaja. Amin lelaki, mana mungkin boleh merapati dirinya seperti peranan seorang kakak. Ain terasing, memang dirasai semenjak dari dahulu lagi. Ain hanya gembira dan tertawa riang apabila mama ada. Mamalah segala-galanya.
“Mama, terus-terang sahajalah. Sudah tiba masanya.” Akmal bersuara keras. Akmal menghormati Mama, tetapi Akmal tidak sanggup lagi menyimpan rahsia itu.
“Ain, balik dari kampus tidak beritahu mama.”,Mama mengalih perhatian. Ain memandang mama dengan penuh makna.
“Cuti semester mama. Ain hanya perlu menjalani latihan industri sahaja. Ain dah dapat tempat di Pusat Rumah Pengasih Seri Nilam.”Tutur Ain tanpa fokus. Dia lagi terfikir akan kerahsiaan yang dibicarakan oleh Akmal.
“Mama, siapa Ain?”, Ain menyoal lagi.Mata mama masih berkaca. Ain rasa tidak sanggup mendesak. Tapi kemelut di dalam hatinya tidak tertahan. Dia seakan mahu meraung meluahkan kegelisahan yang menyelimuti dirinya. Siapa diriku?, Ain terasa beban tekanan kian menghimpit amat berat untuk ditanggungnya lagi.
“Ain, mama sangat sayangkan Ain.” Mama selalu memulakan bicara sebegitu. Ain hanya mampu mengangguk. Mama terdiam. Mama mengambil nafas yang dalam dan dilepaskan perlahan-lahan.
“Ain, kau bukan adik aku dan Amin. Kau anak haram!” Akmal yang tidak tertahan melepaskan suaranya. Amin berdiri. Mengatur langkah yang pantas berdiri di sebelah Akmal. Amin menepuk-nepuk bahu Akmal perlahan-lahan.
“Akmal,kenapa biadap ni!” Mama bangkit berdiri. Air mata mama lagi laju menuruni pipinya.
“Panggg.” Mama pantas melempang Akmal. Ain terkejut. Dia meluru ke biliknya. Menguncikan pintu. Butir bicara di luar bilik masih kedengaran dalam keadaan huru-hara. Ain menerkup telinganya. Setiap detik perjalanan selama 23 tahun ini, Ain seakan dapat menduga seperti hakikat hari ini. Namun, bisikan hatinya sentiasa mendoakan agar dirinya tidak seperi Akmal lontarkan sementar tadi. Hancur luluh hati Ain. Seluruh dunia ini kelam dan gelap serta merta. Ain amat sedih dan kecewa. Namun, Ain amat menyayangi Mama. Mama sentiasa mengungkap kasih sayang kepada Ain. Mama tidak ingin Ain bersedih.
“Mama tidak bersalah. Selama ini, mama membela nasibku.”Ain bersuara sendirian. Ain memeluk gambar mama. Ain tidak boleh salahkan mama. Ain perlu cari kebenaran. Siapa ibubapa Ain? Ain anak tong sampah ker? Air mata laju dan laju meruni pipi Ain. Ain tidak boleh menipu kesedihan dirinya. Jawapan yang ditunggu sekian lama, kini sudah terjawab. Walaupun bukan sepenuhnya dari bibir mama. Ketukan di pintu kedengaran. Ain membatu. Bukan Ain berdendam dengan mama. Tidak sesekali. Ain tidak salahkan Akmal atau Amin. Ain sedar layanan mereka bersebab. Layanan mereka sentiasa Ain tafsir seperti jawapan hari ini, namun Mama sentiasa meyakinkan Ain. Telahan Ain itu salah. Ain sedih. Ain kecewa. Ain sengsara. Siapakah aku?
“Ain,bukalah pintu ni.”, Kedengaran sayup-sayup suara mama. Makin perlahan sehingga tidak kedengaran lagi.
“Ya Allah”, suasana bising bergema kembali. Jantung Ain berdebar laju. Ain bingkas dan membuka pintu. Ain menerpa. Mama sudah rebah. Akmal dan Amin bergegas membawa mama menaiki kereta. Ain melihat dari jauh. Keadaan begitu, Ain tidak patut sesekali menyalahkan Mama.
“Ain,maafkan mama.” Mama memandang Ain. Ain tersentak. Ain terlena di sisi katil hospital. Ain menganggukkan kepala. Ain menangis. Air mata tertumpah lagi mengenangkan penderitaan mama yang tersembunyi. Sampai hati, mama.
“Maafkan mama.”, Rambut Ain diusap. Akmal menggosok-gosok bahu Mama. Amin memicit-micit pahan dan betis Mama. Ain masih memegang tangan mama, erat. Nafas Mama turun naik. Akmal membisikkan syahadah di telinga mama. Ain terkesima. Nafas beralun telah perlahan. Mama, Ain sendirian tanpamu.
“Ain,mama tinggalkan ini.”Mak Long menghulurkan satu sampul surat kepada Ain. Ain membuka untuk melihat isi kandungan di dalamnya. Ya, dirinya sudah terjawab. Sekeping gambar perempuan cantik memakai kebaya. Ain membuka nota yang dilipat.
“Aminah Binti Seman. Ibu kepada Nurul Ain Binti Abdullah”.
“Ain, mama awak cantik sangat. Manis dan baik budi pekertinya. Seorang yang lemah lembut.”, Puan Aminah yang berada disebelah Ain memecahkan keheningan lantas mematikan lamunan Ain. Ain menyeka air mata dari menuruni pipinya lagi.
“Ain, awak jangan pergi dari sini ye. Tinggallah berbakti di sini sampai bila-bila. Berapa gaji awak mahu, saya boleh berikan.”,Puan Aminah menyusun kata. Puan Aminah memang seorang yang baik hati. Sentiasa kemas dan cantik. Walaupun sudah berusia 40-an, namun tiada unsur-unsur memakan usia menjengah ke wajah ayunya.
“Terima kasih, puan. Kata-kata puan tadi seperti mengenali mama saya. Pernah berjumpakah?”, Ain berasa terkeliru dan penuh tanda tanya. Semenjak mama pergi, Ain hidup sendirian.Akmal dan Amin telah membuang dirinya dari hidup mereka. Mereka tidak bertanya khabarlangsung. Mereka telah membina haluan dan kebahagiaan sendiri. Ain sedar dirinya siapa.Puan Aminah memegang tangan Ain. Bahu Ain dipeluknya. Kehangat air mata mula dirasai Ain. Kenapakah begitu aneh perlakuan Puan Aminah? Ain meleraikan pelukan itu. Ain hanya memandang dengan pandangan kosong ke arah Puan Aminah.
“Kenapa, puan?”, Ain bertanya dengan perasaan ingin tahu membuak-buak. Puan Aminah masih menangis sambil tangan mengusap bingkai gambar arwah mama.
“Ain, saya Puan Aminah Binti Seman.” Puan Aminah bersuara tersekat-sekat. Sendu mengiring di hujung tangisan.
Ain terduduk mendengar ungkapan nama itu. Ya, sama dengan gambar wanita berkebaya yang ditinggalkan oleh mama. Ain longlai. Inikah jawapan yang sebenarnya untuk mengenali diri sendiri. Siapakah Ain? Ain menerkup telinga dengan kedua-dua belah tangan. Mata dipejam rapat. Air mata sudah berhenti mengalir. Perasaan bercampur baur. Gembira atau marah dengan kebenaran di depan mata?Puan Aminah memeluk Ain erat. Hanya kemaafan terungkap dibibirnya. Berulang-ulang.Aminah sungguh menyesal dengan perbuatan lampau dan Ain menjadi mangsa keadaan. Ain tidak berdosa. Ain tidak bersalah.
“Maafkan ibu.”, Tutur Aminah perlahan-lahan.
“Di mana ibu selama ini? Ain dicemuh , dicaci, dibenci!” Ain membentak. Ain menangis. Ain menzahirkan kekusutan di jiwanya. Ain meronta-ronta. Ain meraung. Ain menjerit. Aminah hanya mampu melihat. Aminah melihat penderitaan yang memang mencengkam jiwa raga anaknya. Dia tidak patut perlakukan Ain sebegitu.
“Ain, maafkan Akmal. Terimalah ibu Ain.”, Akmal yang garang dan kasar memujuk Ain. Akmal menyesal di atas perbuatannya dahulu. Akmal tahu, Ain menderita kerana sikapnya dan Amin melayannya dengan teruk.
“Akmal tidak mampu hidup tanpa Ain. Dahulu, Akmal ingatkan selepas Ain pergi, Akmal akan rasa bahagia. Akmal silap. Akmal tidak boleh menoleh di mana-mana sudut di rumah mama. Hanya kelihatan kelibat Ain sahaja. Akmal merasa sungguh menyesal. Kita mulakan hidup baru.”, Tutur Akmal. Amin juga begitu. Aminah mengangguk.
“Ain, kita semua satu keluarga. Akmal dan Amin juga dapat ibu. Kita mampu hidup bahagia seperti dahulu. Buang yang keruh, ambil yang jernih”, Akmal sambung bicara.
“Ain, setiap manusia tidak terlepas daripada melakukan kesilapan. Usahlah menyimpan sekelumit dendam jauh disudut hatimu. Abang yakin, sinar bahagia untuk kita terbentang luas jika Ain memberi ruang.”Akmal menambah bicara. Ain membisu seribu bahasa.Namun hatinya ada taman yang sungguh nyaman dan mendamaikan.
 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates